Bayu Belajar Berpuasa
Namaku
Bayu, aku orang Jawa asli. Nama Bapakku Sugeng, kalau ibuku namanya Tati. Besok
aku mau belajar berpuasa sama teman-temanku didekat rumah dan di sekolah. Saat
setelah salat isya aku dan keluargaku membaca niat puasa. Kami membaca bersama
niat berpuasa. Kemudian sebelum tidur ibuku memasang jam yang bisa bunyi itu
lho..,apasih namanya? Oh iya waker! Sebelum tidur aku tidak lupa membaca doa.
Keesokan harinya sekitar jam 04.00 aku dan keluargaku makan sahur bersama, kami makan nasi, tahu ,tempe orek, dan sayur bayam yang wuenak tenan…! Kemudian aku salat subuh bareng bapak sama ibu, tentunya bapak jadi imam. Setelah salat ayahku bertanya kepadaku ‘’ le, sakniki ajeng poso sedino nopo setengah dino?’’ Akupun menjawab pertanyaan bapakku ‘’ setengah dinten pak.’’ Ayahku kembali berkata kepadaku ‘’ ooo…, mboten nopo-nopo tesih belajar.’’ Hari ini aku akan berpuasa setengah hari, kata bapak tidak apa –apa, karena masih belajar.
Kemudian aku pergi ke sekolah bareng teman-temanku. Aku sekolah seperti biasa, kata bapak puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan, jadi kita harus tetap giat bekerja saat berpuasa. Setelah jam 12 aku pergi ke belakang sekolah untuk berbuka puasa. Aku tidak mau teman temanku lihat aku sedang makan, karena aku harus menghormati orang yang sedang berpuasa. Tiba-tiba salah satu temanku datang ke belakang sekolah. Dia lihat aku sedang minum, lalu dia teriak ‘’konco-koncoku…, ternyata Bayu poso setengah dino lhoo’’ Semua teman-temanku menertawakanku. Karena sedang berpuasa aku harus menahan hawa nafsuku.Aku memberitahu teman-temanku bahwa aku masih belajar berpuasa, teman-temankupun memaklumkanku.
Kemudian setelah jam 4 sore, aku pulang ke rumah. Di rumah keluargaku sudah menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. Jam 6 pun tiba, aku pergi ke meja makan dan berbuka puasa bersama.
Keesokan harinya sekitar jam 04.00 aku dan keluargaku makan sahur bersama, kami makan nasi, tahu ,tempe orek, dan sayur bayam yang wuenak tenan…! Kemudian aku salat subuh bareng bapak sama ibu, tentunya bapak jadi imam. Setelah salat ayahku bertanya kepadaku ‘’ le, sakniki ajeng poso sedino nopo setengah dino?’’ Akupun menjawab pertanyaan bapakku ‘’ setengah dinten pak.’’ Ayahku kembali berkata kepadaku ‘’ ooo…, mboten nopo-nopo tesih belajar.’’ Hari ini aku akan berpuasa setengah hari, kata bapak tidak apa –apa, karena masih belajar.
Kemudian aku pergi ke sekolah bareng teman-temanku. Aku sekolah seperti biasa, kata bapak puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan, jadi kita harus tetap giat bekerja saat berpuasa. Setelah jam 12 aku pergi ke belakang sekolah untuk berbuka puasa. Aku tidak mau teman temanku lihat aku sedang makan, karena aku harus menghormati orang yang sedang berpuasa. Tiba-tiba salah satu temanku datang ke belakang sekolah. Dia lihat aku sedang minum, lalu dia teriak ‘’konco-koncoku…, ternyata Bayu poso setengah dino lhoo’’ Semua teman-temanku menertawakanku. Karena sedang berpuasa aku harus menahan hawa nafsuku.Aku memberitahu teman-temanku bahwa aku masih belajar berpuasa, teman-temankupun memaklumkanku.
Kemudian setelah jam 4 sore, aku pulang ke rumah. Di rumah keluargaku sudah menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. Jam 6 pun tiba, aku pergi ke meja makan dan berbuka puasa bersama.



